PENTINGNYA ETIKA DALAM PERGAULAN MASYARAKAT

Nama : HENI PUJIARTI
Npm : 10208585
Kelas : 4EA10
Tulisan Softskill Etika Bisnis

Etika Berbicara Dalam Masyarakat
Berbicara merupakan rutinitas yang sering dilakukan oleh manusia. Dengan berbicara kita dapat menyampaikan pendapat dan sebaliknya kita juga dapat mengetahui keinginan orang lain. Bila kita berbicara dengan sopan maka dapat mendatangkan teman. Namun jika berbicara tidak sopan maka akan mendatangkan banyak musuh. Etika dalam berbicara perlu kita perhatikan. Sebab, dalam bermasyarakat kita pasti berhadapan dengan orang lain yang memiliki sifat dan sikap berbeda satu sama lain. Etika yang baik dalam berbicara yaitu :
1. Berbicaralah dengan tutur kata yang sopan, ramah tamah.
2. Hindarilah cara bicara yang bisa menimbulkan perselisihan, seperti mengadu domba, fitnah, gosip, dll
3. Berbicaralah yang sesuai dengan siapa kita berbicara, misalnya dengan orang yang lebih tua kita berbicara dengan sopan dan rasa hormat. Berbicara dengan yang lebih muda kita bisa lebih menghargai.
4. Berbicaralah sesuai waktu dan kondisi lawan bicara kita
Janganlah orang yang sedang beribadah, kita ajak berbicara karena itu tidak sopan meskipun lawan bicara kita adalah orang terdekat kita. Misalnya jika kita ingin berbicara dengan teman kita lewat telepon kita harus liat waktu terlebih dahulu. Jika kita menelepon pada jam 2 dini hari, maka hal ini cukup mengganggu kenyamanan tidur orang lain (lawan bicara kita).
Etika Dalam Berpakaian
Pakaian berfungsi untuk menutup tubuh manusia, tidak hanya itu saja. Kini pakaian telah menjadi kebutuhan manusia. Saat ini kita sering lihat di Mall banyak pakaian dari berbagai model dan corak ditawarkan disana. Kadang kita sering bingung saat menentukan pakaian apa yang sesuai dengan kepribadian dan karakter kita. Etika dalam berpakaian ini membahas tentang bagaimana kita menempatkan pakaian yang kita gunakan agar sesuai dengan agama, budaya, norma. Misalnya jika kita seorang muslim yang ingin memasuki masjid maka kita diwajibkan untuk mengenakan busana yang menutup aurat, yaitu dengan menggunakan pakaian muslim. Selain itu jika kita ingin menghadiri acara undangan formal maka kita harus menyesuaikan diri mengenakan pakaian yang formal, misalnya memakai kemeja, batik dan pakaian resmi lainnya.
Etika Pergaulan Dengan Orang Yang Berbeda Agama
Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan lain-lain. Hal ini patut disyukuri karena perbedaan itu tidak menjadikan suatu penghalang dalam kehidupan bermasyarakat. Itu disebabkan adanya etika dalam kehidupan bermasyarakat khususnya etika pergaulan dengan orang yang berbeda agama. Kita harus saling menghargai, menghormati dan toleransi antara agama yang satu degan agama yang lainnya. Misalnya pada saat bulan suci Ramadhan umat islam berpuasa namun yang non muslim menghargai yang berpuasa dengan tidak mengganggu orang yang sedang berpuasa tersebut.
Etika Dalam Makan dan Minum
Makan dan minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi agar manusia dapat bertahan hidup. Berbagai macam jenis makanan tersedia di dunia ini. Sekarang, bagaimanakah kita bisa memilih makanan dan minuman yang sesuai dengan kebutuhan kita. Karena makanan yang baik adalah makanan yang bergizi. Etika dalam makan dan minum dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya sebelum makan dan minum kita harus berdoa dahulu agar makanan dan minuman yang kita makan dapat bemanfaat untuk tubuh kita.
Kesimpulan
Dalam pergaulan bermasyarakat hendaknya kita mempunyai sikap sopan santun, ramah tamah, saling menghargai, saling menghormati antara sesama. Sebab, pencerminan etika seseorang terlihat dari segala kegiatan yang ia lakukan.
Sumber : http://afand.abatasa.com/post/detail/2543/etika-pergaulan-dalam-masyarakat

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ETIKA BISNIS

Nama : HENI PUJIARTI
Npm : 10208585
Kelas : 4EA10
Tugas Softskill Etika Bisnis

Etika berasal dari bahasa Yunani, ethos (bentuk tunggal) atau ta etha (bentuk jamak) yang berarti watak, kebiasaan dan adat istiadat. Dalam hal ini etika berkaitan dengan adat istiadat atau kebiasaan hidup yang baik, pada diri seseorang maupun suatu masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain.
Pengertian etika, yang indentik dengan pengertian moralitas. Moralitas berasal dari bahasa latin, mos (bentuk tunggal) atau mores (bentuk jamak) yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa yang benar dan salah berdasarkan standar moral. Standar moral ialah standar yang berkaitan dengan persoalan yang dianggap mempunyai konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas kekuasaan, melebihi kepentingan sendiri, tidak memihak dan pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah, malu, menyesal.
Moralitas Etika dan moralitas mempunyai arti yang sama sebagai sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang konstan dan terulang dalam kurun waktu, sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Persoalan etika muncul ketika moralitas seseorang atau suatu masyarakat mulai ditinjau kembali secara kritis. Moralitas berkenaan dengan tingkah laku yang kongkret sedangkan etika berkerja dalam level teori.
Dalam tradisi filasafat istilah etika lazim dipahami sebagai suatu teori ilmu pengetahuan yang mendiskusikan mengenai apa yang baik dan apa yang buruk mengenai perilaku. Dalam perkembangannya etika memiliki pengertian – pengertian yang lebih baku baik etika sebagai praksis maupun etika sebagai refleksi (Bertens 2001:162-164).
Sebagai praksis etika diartikan sebagai apa yang dilakukan manusia dan berhubungan langsung dengan perilaku manusia dengan demikian, disini etika berarti nilai-nilai atau norma-norma itu pada dasarnya menyangkut baik-buruknya perilaku manusia. Apa yang baik harus dilakukan dan apa yang buruk harus dihindari. Oleh karena itu istilah etika sering juga dikenal sebagai ajaran atau aturan tentang apa yang baik dan bagaimana harus hidup secara baik sebagai manusia. Etika memberi semacam petunjuk arah atau orientasi dengan apa dan bagaimana kita hidup secara baik sebagai manusia.
Dipihak lain etika sebagai refleksi diartikan sebagai pemikiran moral atau filsafat moral. Berdasarkan pengertian ini manusia melakukan suatu perbuatan tertentu tidak semata-mata didasarkan pada nilai-nilai moral melainkan manusia berfikir atau merenung mengenai apa yang harus dan tidak harus dilakukan dan bagaimana manusia berperilaku pada situsai kongkret tertentu. Disini manusia mengamati dan mengevaluasi perilaku dari segi moral.
Lebih lanjut etika sebagai refleks dapat dilakukan baik sekedar pada tingkat populer maupun pada tingkat ilmiah. Dalam surat kabar atau majalah misalnya, kita sering membaca deskripsi etika sebagai refleksi pada tingkat populer ketika diuraikan dengan hal-hal yang berkaitan dengan etika, seperti penyalah gunaan wewenang (jabatan), memperkaya diri sendiri maupun orang lain, penggelapan uang negara, pembunuhan, penindasan, pelanggaran hak asasi manusia. Sebaiknya etika sebagai refreksi pada tingkat ilmiah, bisa kita jumpai ketika menyaksikan ilmuan membahas etika secara kritis, analitis, dan sistematis.
Istilah yang mirip dengan etika dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari adalah etos. Pemakaian kata etos misalnya tampak pada kombinasi etos kerja, etos profesi, dan sebagainya. Dalam bahasa Inggris ethos berarti ciri-ciri atau sikap individu, masyarakat atau budaya terhadap kegiatan tertentu. Apabila kita mendengar dan menggunakan istilah etos kerja, maka ini dimaksud sebagai ciri-ciri atau sikap seseorang atau sekelompok orang terhadap kerja. Berdasarkan pendapat yang lain lihat etos dipandang sebagai semangat dan sikap batin seseorang atau sekelompok orang terhadap kegiatan tertentu yang didalamnya termuat nilai –nilai moral tertentu (Magis Suseno1992:120). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seseorang miliki etos kerja yang tinggi, berarti dia melaksanakan suatu perkerjaan secara sungguh – sungguh dengan dilandasi suatu keyakinan bahwa melakukan suatu perkerjaan yang baik akan mendapatkan balasan yang lebih baik.
Kata lain yang juga mirip dengan etika yaitu etiket berasal dari kosakata bahasa Inggris etiquette yang berarti aturan untuk hubungan formal atau sopan santun. Etika mengacu pada norma moral sedangkan etiket mengacu pada norma kelaziman. Kita tidak bisa memastikan bahwa orang yang memiliki etiket akan secara otomatis menunjukan perilaku etis. Misalnya sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari seseorang bertuturkata dan bersikap sopan dan terhormat tetapi ternyata ia adalah seorang penipu. Perbedaan mendasar antara etiket dan etika, K. Bertens (2000:8-11) adalah sebagai berikut :
1. Etiket menunjukan cara (yang dianggap tepat atau diterima) suatu tindakan harus dilakukan dalam suatu kalangan tertentu. Misalnya dalam budaya jawa menyampaikan suatu benda dengan tangan kiri dianggap melanggar etiket. Sebaiknya etika berkaitan dengan apakah suatu tindakan boleh dilakukan atau tidak. Disini etika memberi norma moral pada tindakan itu seperti, jangan menyontek, jangan berdusta, jangan mencuri, jangan korupsi (Contoh anjuran dari norma- norma moral).
2. Etiket hanya berlaku ketika ada orang atau pihak lain yang menyaksikan suatu tindakan. Misalnya dalam etiket pergaulan antara lain dikehendaki agar orang menggunakan jenis busana yang sesuai dengan situasi. Seseorang dianggap tidak sesuai dengan etiket apabila ia menggunakan busana santai pada pada acara formal.
3. Etiket lebih bersifat relatif, etiket sangat bergantung pada persepsi kalangan atau budaya yang memperlakukan etiket. Misalnya di desa tidak sopan bagi wanita yang pulang terlalu malam, hal ini berbeda dengan dikota besar, pulang larut malam dianggap wajar karena ada beberapa dikota besar yang memungkinkan wanita pulang larut malam. Larangan-larangan untuk melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan etika seperti penyuapan, penggelapan, korupsi, mencuri, menyontek dan sebagainya berlaku pada semua kalangan budaya.
Contoh etika yang sering kita lakukan sehari-hari
Sebuah contoh mengenai etika adalah ketika kita ingin berangkat sekolah, kuliah ataupun berangkat kerja sebaiknya kita berpamitan kepada kedua orangtua dengan salaman kepada mereka. Ini merupakan salah satu etika yang baik yang tanpa kita sadari etika ini ada di dalam kehidupan kita sehari- hari.
Contoh Etika dalam berbisnis
Sebuah contoh mengenai etika dalam berbisnis adalah apabila anda seorang karyawan perusahaan advertising dimana anda diharus mempresentasikan hasil rancangan iklan anda kepada klien anda. Etika yang harus anda perhatikan adalah anda menggunakan kemeja yang sesuai dengan kondisi formal di dalam kantor, anda harus datang lebih awal sebelum presentasi dimulai, hal ini memberikan kesan kepada klien anda bahwa anda tepat waktu dan pada saat presentasi dimulai anda harus bertuturkata yang sopan, ekspresi wajah tesenyum.
1. Etika Deontologi
Etika Deontologi berasal dari kata Yunani deon yang berarti kewajiban. Etika deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Menurut teori ini tindakan dikatakan baik bukan karena tindakan itu mendatangkan akibat baik, melainkan berdasarkan tindakan sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri. Melakukan perbuatan baik adalah suatu keharusan orang sering menyebutnya sebagai suatu kewajiban. Keyakinan untuk melakukan yang baik dan dilakukan dengan sendirinya demi hubungan baik dan mengelakkan perilaku buruk. Dengan kata lain, suatu tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan berdasarkan kewajiban yang harus memang dilaksanakan. Etika Deontologi sangat menekankan motivasi, kemauan baik dan watak yang kuat dari pelakunya sebagaimana diungkapkan seorang pakar etika bernama Immanuel Kant (1734-1804), kemauan baik harus dinilai baik pada dirinya sendiri terlepas dari apapun juga. Oleh karena itu, di dalam menilai seluruh tindakan kita, kemauan baik harus selalu dinilai paling pertama dan menjadi kondisi dari segalanya. Contoh Etika Deontologi : manusia beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sudah merupakan kewajiban manusia untuk menyembah Tuhannya, bukan karena perbuatan tersebut manusia akan mendapatkan imbalan berupa pahala.
2. Etika Teleologi
Etika Teleologi berasal dari kata Yunani telos yang berarti tujuan, sasaran, akibat dan hasil. Menurut teori ini, mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Suatu tindakan dikatakan baik jika tujuannya baik dan membawa akibat yang baik dan berguna. Contoh Etika Teleologi : Jika kita berjanji maka janji tersebut harus segera dilunasi. Akibat dari kita tidak menepati janji maka orang lain tidak akan percaya dengan apa yang kita ucapkan.
 Dua aliran Etika Teleologi:
a. Egoisme Etis, yaitu tindakan yang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinnya sendiri. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius yaitu ketika ia cenderung menjadi hedonistis yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yanng bersifat fulgar.
b. Utilitarianisme, berasal dari bahasa latin utilis yang berarti bermanfaat. Utilitarianisme yaitu tindakan yang berguna dan membawa manfaat bagi semua pihak. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis.

Sumber: Keraf, A. Sonny. 1998. Etika Bisnis Tuntutan dan Relevansinya. Yogyakarta: Kanisius

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ABSTRAK dan IKHTISAR

Nama : Heni Pujiarti

Npm : 10208585

Kelas : 3EA10

Tulisan  Softskil Bahasa Indonesia

ABSTRAK dan IKHTISAR

PENGERTIAN ABSTRAK

Abstrak adalah kata yang menunjukan kepada sifat, keadaan dan kegiatan yang dilepas dari objek tertentu. Abstrak merupakan penyajian singkat mengenai isi tulisan sehingga pada tulisan ia menjadi bagian tersendiri.

Fungsi Abstrak

Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Pada umumnya abstrak diletakkan pada bagian awal sebelum bab-bab penguraian.

 

Menurut sifatnya, abstrak dapat dibagi menjadi :

  1. Abstrak yang bersifat deskriptif yang dalam bahasa Inggris disebut Abstract dan abstrak yang bersifat informatif.

a)      Abstrak Deskriptif atau Abstract, Sebagai abstrak deskriptif, abstrak hanya menyajikan uraian yang sangat singkat tentang isi tulisan tanpa menyatakan apa yang dibahas dalam aspek-aspek yang tercakup pada tulisan itu sendiri. Dengan kata lain, untuk menjelaskan gagasan utama yang terdapat pada tulisan, Abstrak cukup disusun dalam kalimat tunggal sehingga Abstrak tidak memerlukan perincian yang bersifat detil ataupun contoh-contoh yang bersifat ilustratif. Pandangan penulis tentang karyanya pun tidak akan tampak dalam Abstrak. Pendek kata, pada Abstrak penulis hanya menyajikan hal-hal yang bertalian dengan topik atau menyajikan semata-mata tentang problematika yang terdapat dalam tulisannya.

b)      Abstrak Informatif: Ringkasan (Precise), ringkasan merupakan penyajian singkat tentang isi tulisan dengan memperlihatkan urutan dari isi atau bab-bab yang terdapat dalam tulisan. Dalam bentuknya yang singkat itu, urutan tentang isi atau bab-bab tulisan disajikan secara proporsional. Pada prinsipnya di dalam ringkasan, gagasan dan pendekatan penulis telah tampak dan problematika berikut upaya pemecahan yang ada dalam tulisan disajikan berurutan sesuai bab-bab yang ada. Adakalanya ilustrasi juga disertakan dalam ringkasan.

  1. Abstrak informatif terbagi menjadi ringkasan (precise) dan ikhtisar (summary). Dalam tulisan ilmiah yang disusun untuk memperoleh gelar lewat penelitian seperti skripsi, tesis dan disertasi, umumnya jenis abstrak yang digunakan adalah yang berwujud ringkasan, sedangkan ikhtisar lebih banyak digunakan pada tulisan ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk buku.

Abstrak Informatif: Ikhtisar (Summary)

Abstrak yang berbentuk ikhtisar sebenarnya sering digunakan para penulis dalam membuat kutipan secara tidak langsung ataupun di dalam menyimpulkan suatu uraian. Sebagai salah satu bentuk abstrak, ikhtisar juga merupakan penyajian singkat tentang isi tulisan namun tidak mempertahankan urutan bab-bab yang ada seperti halnya pada ringkasan. Dengan demikian, problematika dan upaya pemecahan yang tersaji dalam tulisan dijelaskan secara ringkas dan bebas tanpa memberikan penjelasan mengenai isi dari seluruh tulisan secara proporsional. Ilustrasi pun kadang juga diperlukan dalam sebuah ikhtisar.

 Contoh Abstrak:

Kebiasaan Konsumsi Air Minum dan Minuman Lainnya
pada Remaja di Daerah Pantai dan Pegunungan

Dodik Briawan, Hardinsyah, Zulaikhah, Marhamah

Abstrak

Desain studi ini cross-sectional yang dilakukan di Jakarta Utara (pantai) dan di Bandung Barat (pegunungan) dengan suhu rata-rata harian 22oC dan 28oC. Sampel dipililih secara acak dari sekolahan berturut-turut sebanyak 110 orang dan 99 orang dari masing-masing lokasi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, dan recall selama satu minggu untuk frekuensi konsumsi aneka jenis minuman. Sebagian besar (73,2%) remaja di pegunungan lebih menyukai air minum (air putih) tanpa kemasan. Namun kebiasaan tersebut berbeda untuk di daerah pantai, yaitu proporsi remaja yang mengkonsumsi air minum tanpa kemasan relatif sama dengan air kemasan (52,3% dan 47,7%). Berdasarkan konsumsi minuman seminggu yang lalu, frekuensi konsumsi air minum tanpa kemasan lebih rendah di pantai (3,5 kali/hari) dari pada di pegunungan (4,6 kali/hari). Tetapi untuk frekuensi air minum kemasan lebih tinggi di pantai (3,9 kali/hari) dibandingkan di pegunungan (1,8 kali/hari). Alasan remaja lebih menyukai air minum kemasan dan tanpa kemasan adalah 80-85% karena faktor keamanannya. Jenis minuman lainnya yang disukai remaja adalah teh dan kopi, yaitu dikonsumsi oleh 87% remaja di pantai dan 83% di pegunungan. Frekuensi minuman tersebut 10,3 kali/minggudi pantai dan 11,5 kali/minggu di pegunungan. Susu dan yougurt dikonsumsi oleh 75% di pantai dan 61% di pegunungan, dengan frekuensi berturut-turut sebesar 8,3 kali/mingggu dan 5,5 kali/minggu. Jenis minuman lain seperti jus, minuman karbonasi, minuman elektrolit, jamu, jelly, sari buah frekuensi konsumsinya sangat kecil, yaitu kurang dari 1-2 kali/minggu. Dari pola frekuensi konsumsi minuman tersebut, tampak bahwa air minum kontribusinya paling besar didalam menyumbang total asupan air ke dalam tubuh remaja.

Key words: air minum, frekuensi konsumsi minuman, remaja, pantai, pegunungan

Sumber : http://mahmudisiwi.net/beda-abstrak-dan-ringkasan/

PENGERTIAN IKHTISAR

Ikhtisar adalah rangkuman. Ikhtisar merupakan intisari dari sebuah objek tulisan yang dirangkum dan berbentuk ringkasan.

Ikhtisar tidak perlu mempertahankan urutan isi karangan asli. Selain itu ikhtisar tidak perlu memberikan isi dari karangan secar professional. Penulis ikhtisar dapat langsung mengemukakan inti atau pokok masalah dan problematika pemecahannya. Sebagai ilustrasi, beberapa bagian atau isi dari beberapa bab, dapat diberikan untuk menjelaskan inti atau pokok masalah tersebut. Sementara bagian atau pokok yang kurang penting dapat dihilangkan. Bentuk ikhtisar lebih bebas daripada ringkasan.

Sumber : http://www.scribd.com/doc/20633418/Ringkasan-dan-Ikhtisar

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RINGKASAN NOVEL “DIANTARA JARUM DAN JERAMI”

Nama : Heni Pujiarti

Npm : 10208585

Kelas : 3EA10

Tulisan  Softskil Bahasa Indonesia

RINGKASAN  NOVEL

“DIANTARA JARUM DAN JERAMI”

Cassandra adalah gadis kecil yang cantik, baik, pintar dan alim, juga cerdik. Namun cassandra sangat bingung dengan tingkah laku adiknya, Gusti yang biasa di panggil “Si Lasak”. Yaitu dia sangat senang berlama-lama didalam kamar mandi hingga berjam-jam namun hal itu tidak membuat cassandra membenci adiknya, justru sebaliknya di sangat kagum dengan kelebihan yang dimiliki adiknya yaitu dia dapat menyusun magic box dalam waktu kurang dari 5 menit, bahkan dengan mata terpejam.

Ditengah kehangatan suasana keluarga cassandra dikejutkan dengan adanya berita bahwa Rashel temannya terancam di pecat dari sekolah, karena alasan telah menggembosi mobil Pak Hilman (Kepala Sekolah) dan mencorat-coret Mobil Bu. Nastiti dengan kata-kata yang jorok. Namun ia tidakpercaya dengan tuduhan itu, maka iapun berencana untuk menyelidiki kasus itu dengan kedua sahabatnya yaitu dewi dan riris. Penyelidikan pun di mulai, berawal dari mewancarai semua saksi yang melihat kejadian diman Rashel sedang mendorong mobil kepala sekolah hingga bannya kempes karena lelah diberi kayu diberi kayu berpaku pada bagian bawah bannya mencari kurang bukti yang digunakan, dan mencari saksi- saksi lainnya yang melihat kejadian itu.

Dalam pencariannya cassandra dan kawan-kawan menemukan barang bukti berupa kayu berpaku dan sebuah cat cemrot berwarna merah, yang diduga digunakan untuk melakukan kejahatan itu. Hingga diapun berinisiatif untuk mencari disik jari siapakah yang melekat pada botol cat itu, dengan bantuan dari guru dan kepolisian.
Disamping itu kak Kemal selaku sebagai kepolisian sektor Bandung yang baru saja dinobatkan sebagai lulusan terbaik di kepolisian sedang dibuat pusing kepala atas kasus pembunuhan yang di tangannya, karena adanya kejanggalan – kejanggalan dalam kasus itu. Yang telah mengejutkan lagi si lasak atau gusti tanya sepengetahuan keluarganya ternayata telah dapat hafal alquran, bahkan dia juga dapat menghitung tumpukan pil ekstasi yang tidak sengaja dijatuhkan oleh seorang anggota polisi dari atas meja.

Setelah melakukan penyelidikan untuk membuktikan bahwa Rashel tidak bersalah sehingga bertemu pada satu titik terang yang menyatakan Rashel tidak bersalah pada saat itu dewan sekolah telah membuat surat pernyataan bahwa Rashel resmi di keluarkan dari sekolah dengan alasan telah melakukan tindakan yang tidak sopan dan karena sering terlambat dan bolos sekolah pada waktu yang bersamaan Rashel yang waktu itu tidak masuk sekolah sedang dilanda musibah yaitu karena meninggalnya ayahnya karena sakit yang diderita maka de cas taz  (nama genk dari ke – 3 cewek itu) pun membuat rekontruksi kejadian yang dihadiri oleh seluruh warga sekolah. Yang dengan sukses dapat menggemparkan seluruh warga sekolah atas berita meninggalnya ayah Rashel dan kenyataan bahwa Rashel tidak bersalah. Mendengar itu semua Bu. Nastiti merasa sangat bersalah kepada Rashel karena berusaha untuk mengeluarkan Rashel dari sekolah. Meski Rashel sudah terbukti tidak bersalah tetapi harus tetap tidak akan meneruskan sekolahnya lagi karena harus bekerja mencari uang untuk keperluan keluarganya sebagai “Jagal Sapi” yang telah di lakoninya selama 2 tahun. Mendengar hal itu Pak Bismo dan Bu. Soraya orang tua Cassandra beserta orang tua riris berencana untuk membiayai semua biaya sekolah Rashel dan adiknya pada awalnya dia menolak tawaran itu karema dinilai merepotkan orang lain, namun pada akhirnya dia tetap memilih untuk kembali sekolah lagi sambil bekerja seperti yang dilakukannya selama ini Pada akhirnya semua kasus yang ada di pecahkan dengan baik. Karena bantuan dari si lasak atau gusti dari segala kepintaran dan kecerdasan yang dia miliki yang masih berumur10tahun.
ditulis oleh seodude dan kabonfootprint

http://sites.google.com/site/ceritanovel/Home/diantara-jarum-dan-jerami/ringkasan-diantara-jarum-dan-jerami

Posted in Uncategorized | Leave a comment

CONTOH RESENSI RESENSI BUKU KETIKA CINTA BERBUAH SURGA

Nama : Heni Pujiarti

Npm : 10208585

Kelas : 3EA10

Tugas  Softskil Bahasa Indonesia

CONTOH RESENSI

RESENSI BUKU KETIKA CINTA BERBUAH SURGA

Judul buku : Ketika Cinta Berbuah Surga

Pengarang : Habiburrahman El Shirazy

Penerbit : MQS Publising

Kota tempat terbit : Jl. Padaringan, no. 39A KPAD Gegerkalong Bandung 401543

Tahun terbit : 2008

Tebal : 116 halaman

Harga : Rp. 20.000

“Sesungguhnya, Allah telah menaburi Ayat-ayat Al-qur’an dengan aneka kisah dan cerita-cerita berhikmah. Hal itu, taklain dan tak bukan ialah agar kita mengambil ibrah atau pelajaran dari cerita-cerita itu. Tentu untuk kemuliaan pekerti dan kebaikan kita, karena, memang demikianlah semestinya. Bukankah agama adalah akhlak mulia? Bukankah pula untuk kemuliaan akhlak itulah baginda rasul diutus kedunia fana ini?”. Mungkin inilah dasar atas penyusunan buku kumpulan cerpen isami dengan judul “Ketika Cinta Berbuah Surga” karya dari seorang penulis buku best seller Ayat-ayat Cinta.

Buku ini merupakan buku kumpulan kisah-kisah yang mengisahkan tentang berbagai kisah menarik pilihan yang diambil dari hadist nabi, kisah-kisah zaman sahabat nabi, zaman tabi’in kisah keteladanan dari berbagai belahan dunia islam, dari kitab Al-Qira’ah Alrasyidsh, kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dan diangkat dari Sirag Nabawiyyah.

Judul dalam buku ini tidak saling berkesinambungan. Karena buku ini merupakan jenis buku kumpulan. Semua kisah dalam buku ini diceritakan secara runtut dengan bahasanya yang sederhana, indah dan mudah dipahami, namun maknanya dalam dan indah. sehingga pembaca bisa mengikuti setiap alur kisah dalam buku ini.

Isinya berupa kisah-kisah keteladanan yang komunikatif dan produktif. Membacanya seperti mendapat siraman rohani dari tiap pesan yang tersirat dari tiap kisah-kisahnya. Sehubungan dengan keteladan dalam buku ini, semua itupun bisa menjadi motivasi bagi siapa saja yang membacanya.

Berbagai pujian dilontarkan untuk mengomentari buku ini. Jika ditinjau dari isi buku dari segi pemilihan kisah menarik yang memberi keteladanan, sastra kebahasaan maupun alurnya buku ini seakan tak mempunyai celah untuk menerima kritikan. Namun, bagaimanapun juga, apapun itu pasti mempunyai kelebihan maupun kekurangan. Judul yang dibawakan oleh sang penulis ini memungkinkan sekali membuat sang calon pembeli terkecoh. imajinasi mereka terarah pada sebuah novel yang berjudul “KETIKA CINTA BERBUAH SURGA”, namun ternyata buku ini adalah buku kumpulan berbagai kisah.

Seharusnya sang penulis memberi judul yang lebih sesuai dengan isinya agar tidak membuat para pembeli merasa terkecoh dengan buku tersebut (dikiranya novel islami). Meskipun para pembeli merasa nyaman saat membaca kisah-kisah didalamnya. Namun, tetap saja mereka masih merasa ada yang mengganjal antara isi dan judulnya. Bahkan tertipu. Manfaat dalam buku ini begitu terlihat dari amanat-amanat yang disampaikan.

http://aya12.wordpress.com/2010/02/10/assalamualaikum/

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RINGKASAN

Nama : Heni Pujiarti

Npm : 10208585

Kelas : 3EA10

Tulisan Softskil Bahasa Indonesia

RINGKASAN

Pengertian Ringkasan

Ringkasan berasal dan bentuk dasar “ringkas” yang berarti singkat, pendek, dari bentuk yang panjang. Hal ini dipakai untuk mengatakan suatu bentuk karangan yang panjang yang dihadirkan dalam jumlah yang singkat. Suatu ringkasan disajikan dalam bentuk yang lebih pendek dari tulisan aslinya dengan berpedoman pada keutuhan topik dan gagasan yang ada didalam tulisan aslinya yang panjang itu.

Ringkasan  adalah penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan bagian atau bab dari karangan asli secara proposional tetap di pertahankan dalam bentuknya yang singkat atau cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat.

Ringkasan merupakan penyajian singkat dari karangan asli tetapi dengan tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandangan pengarang asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proposional tetap dipertahankan dalam bentuknya yang singkat itu.

Penulis ringkasan harus memahami isi tulisan asli. Dia berbicara sebagai “penyambung lidah” penulis asli dengan karangannya yang lebih pendek. Penulis ringkasan tidak dapat melepaskan dirinya dari penulis asli dalam hal kesan yang dimunculkan oleh ringkasannya itu. Oleh sebab itu ringkasannya, tetap memperthankan keberadaan isi bab perbab,bagian perbagian dengan sangat memperdulikan tata urutan yang ada dikarangan asli.

Ciri-ciri Ringkasan:

a)      Mempersingkat suatu tulisan

b)      Terdapat inti sari bacaan

c)      Bentuknya lebih pendek atau lebih ringkas

d)     Struktural wacananya tetap, tetapi tidak berubah sesuai dengan unsur teks bacaan.

Tujuan Membuat Ringkasan

Sebuah ringkasan dibuat atas kerja menyingkat atau memendekan sebuah karangan yang panjang. Dia harus mampu memilah- milah mana gagasan utama dan mana gagasan bawahan. Ringkasan dibuat untuk membantu membaca buku untuk membaca hal itu dalam waktu yang singkat dengan cara menghemat waktu.

Tujuan ringkasan adalah memahami dan megetahui isi sebuah buku atau karangan, maka latihan-latihan untuk maksud tersebut akan membimbing dan menuntun agar membaca karangan asli dengan cermat, dan bagaimana harus menulisnya kembali dengan tepat.  Penulis tidak akan membuat ringkasan dengan baik bila ia kurang cermat membaca, bila ia sanggup membeda-bedakan gagasan utama dari gagasan-gagasan tambahan. Kemampuan membedakan tingkat-tingkat gagasan itu akan membantunya mempertajam tingkat-tingkat gagasan itu akan membantunya mempertajam gaya bahasa, serta menghindari uraian-uaraian yang panjang lebar yang mungkin menyelusup masuk dalam karangan tersebut.

Cara  Membuat Ringkasan

Beberapa hal dalam meringkas karangan perlu diperhatikan oleh penulis ringkasan. Yang perlu dketahui adalah ringkasan itu tidak terwujud andai kata penulis ringkasan tidak membaca buku asli dengan baik. Oleh sebab itu langkah yang ditulis oleh penulis ringkasan adalah :

a)         Membaca naskah asli sampai paham dan bahkan berkali-kali

b)        Mencatat beberapa gagasan semua paragraf

c)         Mengadakan reproduksi

Cara untuk membuat ringkasan yang baik dan teratur, adalah sebagai berikut:

  1. Membaca Naskah Asli

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh penulis ringkasan adalah membaca naskah asli. Pembacaan tersebut dapat diakukan berkali-kali agar pembaca tersebut memahami benar isi karangan itu.  Oleh sebab itu pembaca harus mehami benar-benar apa yang dipikirkan oleh penulis didalam tulisannya itu. Dengan membaca secara cermat apa yang tertulis itu, pembacanya dapat  isi karangan itu. Penulis perlu juga mengetahui maksud pengarang dan sudut pandang pengarang. Untuk membantu penulis mencapai hal tersebut, maka judul dan daftar isi karangan itu dapat dijadikan pegangan. Sebab itu pada waktu membaca karangan isi, penulis hendaknya memperhatikan daftar isi karangan (kalau ada) sehingga lebih mudah ia mendapat kesan umum, maksud pandangan pengarang yang tersirat dalam karangan itu.

  1. Mencatat Gagasan Utama

Pencatatan gagasan utama dimaksudkan adalah pencatatan bagian penting-penting. Gagasan utama dapat berupa inti bacaan. Dengan pencatatan itu dapat juga diketahui bagian mana yang perlu dan bagian mana yan tidak diperlukan didalam menulis ringkasan. Jadi penatatan gagasan utam itu bertujuan :

a)      Untuk mengendalikan pikiran pembaca daam penulisan ringkasan

b)      Memilah hal yang penting dan tidak penting

Tindakan atau langkah yang harus dikerjakan adalah membaca kembali kerangan itu bagian demi bagian, alinea demi alinea itu sambil mencatat semua gagasan yang penting dalam bagian atau alinea itu.

  1. Mengadakan  Reproduksi

Mengadakan reproduksi dimaksudkan adalah menulis ringkasan yang telah dibaca itu. Penulisan ringkasan itu dapat dilakukan setelah melalui dua tahap pertama,Penulisan itu didasarkan pada urutan yang terdapat pada sumber asli atau karangan aslinya. Jadi penulisan ringkasan tidak dilaksanakan secara sembarang, tetapi dilakukan sesuai urutan tulisan  aslinya, oleh sebab itu pada tahap pencatatan sudah dapat digambarkan urutan paragraf tulisan asli itu. Dalam tulisan ringkasan ini kalimat-kalimat tulisan asli harus dihindari. Kalimat yang dipkai adalah kalimat penulis ringkasan itu sendiri. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa ringkasan itu adalah hasil ringkasan sendiri terhadap tulisan atau wacana.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan itu diterima sebagai suatu tulisan yang baik :

Ø   Sebaiknya dalam menyusun ringkasan dipergunakan kalimat tunggal daripada kalimat majemuk.

Ø   Bila mungkin ringkaslah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata.

Ø   Jumlah alinea tergantung dari besarnya ringkasan dan jumlah topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan.

Ø   Bila mungkin semua keterangan atau kata sifat dibuang.

Ø   Pertahankan susunan gagasan asli, sertaringkaskanlah gagasan-gagasan itu dalam urutan seperti urutan naskah asli.

Ø   Ketentuan tambahan : di samping ketiga langkah diatas masih ada beberapa ketentuan tambahan yang perlu diperhatikan pada waktu menyusun ringkasan (langkah ketiga).

Contoh Ringkasan novel Sang Pemimpi, pertama kali terbit pada Juli 2006, diterbitkan oleh PT.Bentang Pustaka. Dibanding Laskar Pelangi, novel ini lebih tipis, sebut saja tebalnya kurang lebih separuh dari Laskar Pelangi lebih spesifiknya separuh lebih.

Sumber :

Tasai Amran S. Dan E Zaenal  Arifin, Cermat Berbahasa Indonesia untuk perguruan tinggi, Akademika Pressindo

Alwi, Hasan, Soenjono Dardjowidjojo, Hans Lapoliwa, Anton, M. Moeliono, 1998,  Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka

Keraf, Gorys. 1994. Komposisi. Nusa Tenggara Timur: PT. Nusa Indah

M.Moeliono, Anton 1984, Santun Bahasa Jakarta Gramedia

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RESENSI

Nama : Heni Pujiarti

Npm : 10208585

Kelas : 3EA10

Tugas Softskil Bahasa Indonesia

RESENSI


Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas.

Pengertian Resensi

Resensi adalah suatu tulisan atau alasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku.  Dengan demikian resensi dapat diartikan sebagai komentar atau ulasan penulis atas sebuah karya buku, film, seni ataupun produk yang lain.

Tujuan  Menulis Resensi

  1. Penulis resensi ingin menjembatani keinginan  menyampaikan kepada para pembacanya.
  2. Penulis resensi ingin menjyampaikan informasi kepada pembaca apakah hasi resensi tersebutlayak mendapatkan sambutan masyarakat atau tidak.
  3. Penulis resensi berupaya memotivasi pembacanya untuk membaca buku tersebut secara langsung.
  4. Penulis resensi dapat pula mengkritik, mengoreksi dan memperlihatkan kulitas buku baik kelebihannya maupun kekurangan.
  5. Penulis resensi mengharap memperoleh honorarium atau imbalan dari media cetak yang yanng memuat resensinya baik majalah ataupun surat kabar.

Ciri-ciri Resensi:
1. Untuk mengetahui perbedaan topik dan judul.
2. Mampu menuangkan gagasan atau ide dalam karangan ilmiah.

Ada yang berpendapat bahwa minimal ada tiga jenis resensi buku

  1. Informatif, maksudnya, isi dari resensi hanya secara singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku.
  2. Deskriptif, maksudnya, ulasan bersifat detail pada tiap bagian/bab.
  3. Kritis, maksudnya, resensi berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.

Cara Menulis resensi

Menulisresensi berarti menyampaikan informasi mengenai ketepatan buku bagi pembacanya. Didalamnya disajikan beberapa ulasan mengenai buku tersebut dari beberapa segi. Ulasan ini dikaikan dengan selera pembaca dalam upaya memenuhi kebutuhan akan bacaan yang dapat dijadikan acuan bagi kepentingannya. Penulis resensi seyogianya mempertimbangkan hal-hal berikut :

  1. Landasan Filosofi Penulisan

Keinginan penulis tidak seluruhnya tertuang dalam karangan, misalnya visi, misi dan hakikat penulisan tidak seluruhnya dituang dalam karangannya. Untuk itu penulis sepenuhnya tujuan dari pengarang aslinya dan penulisresensiharus menyadari sepenuhnya apa maksud ia menulis resensi tersebut. Untuk mengetahui hal tersebut penulis resensi perlu mengkaji landasan filosofi yangmenjadi landasan penulisan.

  1. Harapan Pembaca

Setelah membaca resensi, diharapkan dapat membantu pembaca mendapatkan informasi yang diperlukan. Pembaca akan melihat gambar seluruh isi informasi tentang buku dan kualitas buku tanpa melihat dahulu buku  tersebut.

  1. Harapan Penulis dan Pembaca

Resensi berupaya mengkomunikasikan harapan pembaca dan penulis akan adanya buku yang berkalitas. Itulah sebabnya penulis resens harus menginformasikan sasaran dan target yang diharapkan  penulis bagi pembacanya.

  1. Materi Tulisan

Penulis resensi harus memaparkan materi yang ada dalam buku yang mencapai target sasaran pembacanya. Dia harus dapat menjembatani kemauan penulis dan keinginan pembaca.

Materi Yang Diresensi

Resensi diharapkan dapat menyajikan materi buku dengan tepat yang meliputi

  1. Landasan filosofi penulis karya asli
  2. Kekuata dan kelemahan karya yangdiresensi
  3. Subtansi karya yangdireseni bagian perbagian bab perbab
  4. Fisik karya yang diresensi termasuk ukuran buku kertas, huruf yang digunakan, tinta warna,  jilid,  gambar, dan ilustrasi

Bahasa Dalam Resensi

Bahasa yang digunkan hendaknya bahasa denotatif  karena ingin mennyajikan fakta secara ilmiah dan objektif . Resensi harus menerapkan kaidah ejaan yang disempurnakan, pilihan dan bentuk kata yang tepat kalimat yang efektf dan paragraf yang padu dengan penalaran yang logis.

Langkah –langkah meresensi sebuah karya

Langkah dan teknik meresensi suatu karya lazimnya mengikuti tahapan berikut :

  1. Mengamati suatu karya
  2. Membaca isi suatu karya
  3. Membuat ringkasan
  4. Memaparkan isi dan mutu suatu karya

Sistematika Resensi

Pada dasarnya sistematika resensi adlah sebagi berikut :

a)      Cantumkan tema atau judul karya yang diresensi

b)      Cantumkan nama pengarang, judul karya, penerbit, tempat terbit, jumlah bab, dan jumlah halaman

c)      Kemukakan sistematika, bahasa, ringkasan karya yang diresensi

d)     Jelaskan kulitas karya yang diresensi dan kekuatan elemahannya serta perbedaannya dengan karya sejenis yang sudah ada

e)      Sampaikan pendapat dan simpulan penulis resensi secara pribadi

f)       Tuliskan identitas si penulis resensi

Contoh Resensi Buku:
Judul Buku: Mistery Karibbean
Judul Asli : A.Karibbean Mistery
Pengarang : Agatha Kristi
Penerjemah: Sudarto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Cetakan : IV, September 2002
Tebal : VI+ 285 ISBN : 979-403-068-6
Sumber :

Tasai Amran S. Dan E Zaenal  Arifin, Cermat Berbahasa Indonesia untuk perguruan tinggi, Akademika Pressindo

Keraf, Gorys. 1994. Komposisi. Nusa Tenggara Timur: PT. Nusa Indah

Taringa, Henry Guntur.1987 Wacana. Bandung: Angkasa

Slametmulyana.1960.Kaidah bahasa IndonesiaII.Jakarta: Jambatan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment